Memasuki akhir tahun 2016, pasar digital makin banyak diburu orang-orang. Digital marketing sudah mulai dilirik untuk menjadi poin utama dalam memasarkan sesuatu, entah barang atau jasa. Maraknya hal ini membuat digital agency Indonesia mulai berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka dalam melayani pelanggannya. Banyak cara dilakukan, seperti salah satunya meningkatkan kualitas pelayanan dalam digital marketing.

Berikut adalah 5 cara melakukan digital marketing yang ampuh (bagian 1) yang mungkin bisa dilakukan sendiri jika dalam keadaan terdesak budget yang limit:

#1 KONTEN

Konten masih merajai dunia digital marketing tahun 2016. Konten adalah inti dari digital marketing. Konten yang bagus dan diterbitkan pada momen yang tepat, akan tersebar sangat luas dan mampu memperkuat brand. Kabar baiknya, konsumen menunggu sebuah konten di-publish, untuk mereka sebarkan kembali dalam beragam social media. Lihatlah bagaimana laman FB teman Anda saat ini mungkin sudah lebih banyak berisi postingan sharing konten dari akun atau brand lain dibandingkan postingan tentang aktivitas pribadi. Shared page tersebut biasanya ditambahkan dengan komentar personal dari mereka. Bahkan dari setiap konten yang di-share, banyak yang memancing ratusan komen dari lingkaran pertemanan.

Ada kesepakatan umum bahwa cara terbaik membuat brand content memperoleh shares ialah mengarahkan orang membicarakannya. Jika ingin dampak yang lebih masif, sandingkanlah dengan isu pergerakan yang sedang populer. Hal ini memberikan alasan kuat bagi users untuk engaged dengan konten tersebut.

#2 LOCALIZE

Meskipun internet berkembang secara global, users tetap merindukan pengalaman lokal. Tahun 2016 ini, kita akan menemukan banyak sekali brand global yang bermain di ranah lokal. Misalnya Uber for Jakarta, TripAdvisor Indonesia. Mereka membawa pengalaman global ke depan pintu kita dengan pendekatan lokal yang sangat baik dan bahkan detail.

Yang perlu digarisbawahi, konten lokal bukan sekadar terlihat dalam kata (tertulis). Memikirkan cara menyampaikan konten, bahkan bisa menjadi sangat luas dan holistik. Misalnya sampai pada bentukan web design, bahkan dekorasi kantor.

#3 OMNICHANNEL

Insight yang paling sering terdengar adalah kampanye sosial harus tersebar luas melalui banyak channel/omnichannel (tahun ini kita menyebutnya crosschannel). Itu benar, tapi tidak mudah dilakukan. Brand sekarang dituntut untuk menyesuaikan narasi terhadap masing-masing channel agar membaur dengan masing-masing platform yang digunakan. Di sisi lain, fokus pada satu channel kadang bisa menghasilkan hal paling kreatif.

Menemukan cara untuk menyeimbangkan penggunaan yang benar antara omni dan single channel adalah kuncinya (dengan tidak melupakan audience yang kita tuju)

#4 BAYAR SESUKANYA

Tahun ini adalah rumah bagi transaksi digital. Artinya kita lebih suka transaksi yang cara pembayarannya mudah. Salah satu yang termudah saat ini tentunya pembayaran via internet dan ponsel (uang elektronik tak berwujud). Suatu brand harus bisa melebarkan cara untuk memudahkan users membayar barang, dan meminimalisir gangguan checkout time saat pembelian impulsif. Salah satu contoh yang baik diterapkan oleh Traveloka dengan menggandeng banyak channel untuk metode pembayarannya. Kalau organisasi, perihal pembayaran ini kaitannya adalah dengan menghadirkan cara termudah bagi user untuk mengirimkan donasi.

#5 APLIKASI CHAT

WA, Line, Snapchat, seluruhnya menawarkan beragam cara berkomunikasi secara langsung, dan membuka lahan baru untuk beriklan bagi brand. Banyak brand sudah menjalankan kampanye terorganisir dan berbayar dengan channel ini, selagi terus menggali inovasi kreatifnya di tahun 2016. Pun mencari cara agar aplikasi tersebut dapat menawarkan berbagai alternatif cara pembayaran yang lebih baik bagi pasar periklanan yang berkembang cepat.

Advertisements