Dijaman sekarang kita sudah jarang menemukan hukuman yang sadis-sadis, mungkin kalian masih bisa menemukannya di negara seperti Syria, namun untuk Indonesia sendiri mungkin hukuman sosial yang lebih banyak terlihat. Akan tetapi orang-orang di jaman dulu sepertinya memang hobi sekali memberi hukuman yang berat dan tergolong sadis bagi para penjahat.

Well, memang sih beberapa dari mereka penjahat, dan diduga penjahat (biasanya difitnah sebagai penyihir), tetapi ini sih sudah melewati batas keterlaluan mengingat ada juga yang bukan sepenuhnya penjahat. Berikut adalah 5 hukuman yang paling sadis, yang menurut para penyedia jasa SEO Jakarta dan sekitarnya sangat jahat.

Grampussing

Salah satu hukuman yang cukup kejam di zaman dahulu diberikan kepada militer angkatan laut. Selama pemerintahan Raja Henry VIII di Inggris, para militer dididik sangat keras.

Apabila ada orang yang tertidur di jam kerja, maka ia akan dihukum dengan dimasukkan ke dalam keranjang, lalu keranjang itu diikat di depan perahu. Orang itu akan dibiarkan kelaparan di dalam keranjang atau bisa saja ditenggelamkan ke laut.

Hukuman lain yang diberikan kepada seseorang yang melanggar aturan adalah grampussing. Pada hukuman ini, tangan mereka diikat dengan tali, lalu tubuh mereka disiram dengan ember yang berisi air. Hal ini membuat mereka menjadi terengah-engah dan menggeliat layaknya grampus (lumba-lumba).

Jubah pemabuk

Bila kebanyakan hukum dibuat untuk menyakiti para pelanggarnya, maka berbeda dengan hukuman yang satu ini di mana pelaku akan dipermalukan di depan umum. Pada abad ke 16 dan ke 17, seseorang yang gemar mabuk di depan umum akan diberikan hukuman yang disebut “jubah pemabuk.”.

Pelaku harus mengenakan jubah yang berupa barrel. Semua tubuhnya tertutup barrel, hanya bagian kepala dan tangan saja yang keliatan. Dia harus menggunakan barrel ini kemanapun ia pergi. Pada awalnya, hukuman ini hanya diberlakukan di Inggris, kemudian menyebar ke negara bagian Eropa dan Jerman.

Pitchcapping

Metode hukuman yang satu ini terbilang sangat sadis. Hukuman ini diberlakukan pada pemberontak di Irlandia sekitar tahun 1789. Pitchcaps sendiri merupakan sebuah topi berbentuk kerucut yang terbuat dari bahan anti terbakar.

Mereka akan menuangkan cairan panas ke dalam kerucut topi tersebut. Kemudian mengenakan topi yang berisi cairan panas itu diatas kepada terpidana. Ketika dibuka, rambut dan kepala terdakwa akan ikut mengelupas. Bahkan dalam beberapa kasus, metode hukuman ini menggunakan mesiu hingga kepala terpidana terbakar.

Picket

Picket merupakan metode hukuman yang sering digunakan pada akhir abad pertengahan di Eropa, khususnya untuk para militer. Pada hukuman ini, para pidana dipaksa untuk berdiri dengan satu kaki diatas benda yang ujungnya tumpul. Sedangkan tangan mereka dalam posisi diikat keatas. Hukuman ini memang tidak menyebabkan kaki terpidana tergores. namun itu membuat mereka merasakan sakit.

Cangue

Cangue merupakan hukuman sadis yang terkenal di China pada abad ke -17. Pada hukuman ini, leher si pelaku dikunci pada sebuah bingkai kayu. Sedangkan tangannya diikat dengan rantai sehingga mereka tidak bisa makan. Pada umumnyaa, para pelaku akan kelaparan, kecuali ada orang baik hati yang mau memberikan makanan kepada mereka.

Berat bingkai kayu tersebut disesuaikan dengan tindak criminal sang pelaku. Apabila kejahatannya cukup berat, maka kayunya juga memiliki bobot yang besar. Beberapa cangue dilaporkan memiliki berat sampai 90 kg, hingga membuat para pidana despresi bahkan meninggal.

Advertisements