Video games adalah sebuah permainan yang banyak dimainkan oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, semua ikut memainkannya. Tentunya selain game bertema horror, sebuah video games biasanya akan dibuat sebagus dan seseru mungkin, dimana pemainnya dapat menikmati keseluruhan game tersebut. Akan tetapi, beberapa creepy-pasta mengenai video games berikut ini bisa mengubah pemikiranmu tentang hal itu.

Tiger Lily (Ragnarok Online).

Kisah ini muncul di server lokal Filipina pada saat “Ragnarok Online” belum disertai dengan fitur Job 2. Para pemain akan menemukan seorang karakter Novice bernama Tiger Lily yang hanya duduk menghadap tembok di pintu masuk menuju Orc Dungeon. Karakter itu hanya duduk diam sepanjang waktu dan sesekali mengeluarkan emoticon dengan beragam ekspresi.

Jika ada yang berani mendekati karakter itu atau mengajaknya chat, karakter itu akan berkata: “PERGI! JANGAN DEKATI AKU! (sambil menyebutkan nama asli dari pemain). Konon, setelah itu koneksi gameakan terputus tanpa notifikasi dan dalam beberapa kasus akan disertai juga dengan mati listrik di rumah pemain.

Setelah banyaknya komplain dari para pemain terhadap Tiger Lily, pihak LYTO selaku developer game“Ragnarok” pun melakukan pemeriksaan terhadap karakter Tiger Lily. Ternyata, dia bukanlah NPC, melainkan seorang karakter dari pemain yang terdaftar secara resmi. Konon, pengguna Tiger Lily adalah seorang wanita yang meninggal dunia saat bermain “Ragnarok Online”.

Karakter Hantu (Minecraft).

“Minecraft” adalah permainan sandbox yang memungkinkan para pemainnya menuangkan kreativitas mereka untuk membangun apa pun dari kubus-kubus yang tersedia dalam game. Suatu waktu, tepatnya pada tahun 2010, pernah ada orang yang memosting di forum “Minecraft” bahwa dia melihat banyak bangunan berstruktur aneh pada game ini. Padahal, seharusnya yang bisa membangun struktur bangunan hanyalah pemain itu sendiri.

Pemain tersebut pun melihat karakter lain yang persis dengan karakter utama, hanya saja mata karakter itu berwarna putih. Diduga bahwa karakter misterius inilah yang membangun bangunan dengan bentuk-bentuk aneh tersebut. Ternyata, beberapa pemain lain pun mendapat pengalaman yang serupa. Karakter ini pun diberi nama “Herobrine” oleh para penggemar “Minecraft” yang didasarkan pada nama pengguna misterius yang tiba-tiba mengatakan “STOP” pada pengguna yang memosting di forum.

Pihak developer yang menerima banyak pertanyaan terkait dengan karakter misterius itu pun menyatakan bahwa mereka tidak membuat fitur karakter itu di dalamnya. Beberapa orang mengatakan bahwa karakter ini hanyalah kecacatan dalam video game tersebut. Namun, ada beberapa orang juga yang berpendapat bahwa karakter “Herobrine” merupakan manifestasi supranatural dari adik pencipta “Minecraft” yang telah meninggal dunia.

Trainer Mayat Hidup (Pokemon Red/Blue/Green).

Dalam versi aslinya, video game “Pokemon/Red/Green” memiliki fitur tersembunyi yang terkesan terlalu mengerikan untuk game yang sasaran konsumen utamanya adalah anak-anak. Pada lantai paling atas di Pokemon Tower terdapat sebuah patung yang diapit oleh dua batu nisan di kedua sisinya. Jika pemain mengecek batu nisan yang paling kanan, biasanya game akan hang dan harus direstart. Akan tetapi, terkadang pemain akan bertemu dengan karakter berupa mayat hidup yang bernama “Buried Alive” (Dikubur Hidup-hidup). Karakter ini adalah trainer yang akan langsung mengajakmu untuk berduel. Sebelum duel dimulai, dia akan berkata, “Kamu datang juga…Aku kesepian, sangat kesepian…Maukah kamu ikut denganku?”.

“Buried Alive” akan mengeluarkan pokemon-pokemen bertipe Ghost dan dia juga akan mengeluarkan pokemon aneh bernama “White Hand”. “White hand” memiliki tangan yang sangat besar dengan kulit yang mengelupas dan terlihat busuk. Pokemon ini bahkan bisa berubah bentuk menjadi seperti pokemon yang kamu miliki.

Jika pemain berhasil mengalahkan “Buried Alive”, anehnya game akan mengalami hang dan harus direstart. Jika pemain kalah, “Buried Alive” akan mengatakan, “Akhirnya…Daging mentah…”. Setelah itu akan ditampilkan sebuah layar yang menyatakan “Game Over” sambil memperlihatkan “Buried Alive” yang memakan karakter utama. Layar Game Over pada Pokemon versi Red/Blue/Green pun hanya muncul saat kalah dari karakter ini saja. Seperti halnya dengan sindrom Kota Lavender, mungkin fitur ini adalah keisengan dari salah satu programer yang kelewat batas.

Anak-anak Iblis (World of Warcraft).

“World of Warcraft” adalah salah satu game MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game) yang paling populer sejak perilisannya di tahun 2004 (di Indonesia mungkin game ini sudah tidak begitu populer). Game yang sangat populer ini pun ternyata menyimpan sebuah pesan tersembunyi yang berkembang menjadi urban legend di kalangan pencintanya.

Di Kota Goldshire, yakni kota pertama yang akan pemain temui jika memilih karakter manusia, pemain akan menemukan sebuah rumah kosong yang terletak di pinggir danau di kota tersebut. Namun, pada jam tertentu, pemain dapat menemukan enam orang anak yang berdiri dalam formasi pentagram selama satu jam. Jika pemain berdiri di tengah-tengah formasi tersebut, mereka akan mendengar suara-suara menyeramkan seperti suara banshee yang sedang teriak, suara tangisan, suara perempuan yang tertawa seperti maniak, dan suara yang mengatakan “Kau akan mati”. Saat memasuki ruangan rumah ini pun musik game akan berganti menjadi musik yang menyeramkan dan tidak dapat terdengar di tempat lain dalam game ini. Pesan satanis kah?

Sonic.exe.

Sonic.exe adalah game “Sonic” yang tampaknya bukan dikeluarkan secara resmi oleh Sega. Entah gameitu merupakan hasil dari peretasan atau dikeluarkan oleh pihak selain Sega atau bukan. Misteri awal mula keberadaan game ini pun belum terpecahkan hingga sekarang.

Urban legend mengerikan dari game ini berawal dari cerita tentang Tom dan Kyle dengan versi yang beragam. Salah satu versinya bercerita tentang seorang pemuda bernama Tom yang menerima kiriman game “Sonic.exe” ini dari temannya yang bernama Kyle—yang hilang dua minggu sebelumnya. Tom pun mulai memainkan game tersebut.

Anehnya, saat dia mulai memainkan game tersebut, layar yang ditampilkan pada menu utama bukan seperti layar pada game “Sonic” yang biasanya, melainkan layar dengan latar lautan darah. Tulisan “Sega 1991” pun akan berubah menjadi “Sega 666”. Tampilan wajah “Sonic” pun menjadi menyeramkan, yakni bermata hitam dengan titik merah di tengahnya. Mata itu tampak seperti mengeluarkan darah.

Tom pun memulai level pertama yang berjudul “Hill Act 1”. Anehnya, tokoh utamanya bukanlah Sonic, melainkan Tails. Latar levelnya pun mengerikan. Terlihat banyak mayat hewan yang bergelimpangan di sana. Di tengah levelnya, Tom menemukan karakter Sonic yang sedang tidur. Tom pun mendekati Sonic yang tiba-tiba terbangun dan menggiring Tails ke neraka. Sonic pun membunuh Tails dan seketika terdengar suara jeritan yang menyeramkan dari video game tersebut. Lalu, pada layar komputer terlihat tulisan, “Kau terlalu lambat. Mau mencobanya lagi?

Tom pun mencoba lagi dengan menggunakan karakter Knuckles. Lagi-lagi, Tom tertangkap oleh Sonic. Karakter Knuckles yang digunakannya pun terlihat memohon ampun pada Sonic. Tanpa kenal ampun, karakter Sonic mengiris bola mata Knuckles menjadi dua dan memerasnya. Setelah itu, Sonic pun memakan tubuh Knuckles dan pada layar muncul tulisan, “Aku menemukanmu”.

Tom pun putus asa dan berusaha mematikan komputer, namun anehnya tidak bisa. Game “Sonic” itu pun tidak bisa dikeluarkan. Akhirnya, Tom memutuskan untuk melanjutkan permainan dengan menggunakan karakter Dr. Eggman. Lagi-lagi Tom tertangkap dan layar memperlihatkan tiga karakter yang telah mati tadi tengah disiksa di neraka oleh Sonic dan muncul tulisan, “Aku adalah Tuhan.”

Tom pun ketakutan dan mengunci diri di kamarnya. Keesokan harinya, Tom ditemukan telah tewas dalam keadaan yang mengenaskan. Tangan dipaku di dinding, bola mata hancur, dan organ tubuhnya berserakan. Komputer di kamarnya masih dalam keadaan menyala dan ada tulisan, “Siap untuk ronde kedua?

Gimana guys? Kalian tertarik untuk menelusuri dan mencari sendiri kebenaran-kebenaran dari beberapa game diatas? Atau mungkin kalian malah ingin menginvestigasi sendiri lalu membuat blog terkait? Tenang saja, banyak kantor digital agency Indonesia yang dapat diandalkan kok.

Advertisements